Akta Pernikahan

 

PERSYARATAN PEMBUATAN AKTA PERNIKAHAN :

  1. Formulir Permohonan percatatan akta perkawinan
  2. Surat keterangan untuk kawin (N1)
  3. Surat keterangan asal usul (N2)
  4. Surat persetujuan calon suami/istri (N3)
  5. Surat keterangan tentang orang tua (N4), bagi yang usia dibawah 19 tahun
  6. Surat persetujuan/ijin orang tua (N5) bagi perempuan yang belum genap usia 16 tahun dan laki-laki belum genap 19 tahun
  7. Surat keterangan sehat calon suami/imunisasi calon istri
  8. Surat pernyuataan belum pernah kawin
  9. Fotokopi baptis/sidhi bagi non muslim
  10. Fotokopi surat nikah dari pemuka agama/pemberkatan bagi non muslim
  11. Fotokopi akta kelahiran dilegalisir
  12. Fotokopi e-KTP kedua mempelai dilegalisir
  13. Fotokopi e-KTP 2 (dua) orang saksi
  14. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) calon mempelai dilegalisir
  15. Fotokopi buku nikah/akta nikah/akta orang tua
  16. Asli Akta cerai/akta kematian bagi duda/janda
  17. Surat ijin komandan TNI/Polri

Syarat khusus bagi terlambat pencatatan (kurang dari 60 hari)

  1. Formulir Permohonan percatatan akta perkawinan
  2. Surat keterangan untuk kawin (N1)
  3. Surat keterangan asal usul (N2)
  4. Surat persetujuan calon suami/istri (N3)
  5. Surat keterangan tentang orang tua (N4), bagi yang usia dibawah 19 tahun
  6. Surat persetujuan/ijin orang tua (N5) bagi perempuan yang belum genap usia 16 tahun dan laki-laki belum genap 19 tahun
  7. Surat keterangan sehat calon suami/imunisasi calon istri
  8. Surat pernyuataan belum pernah kawin
  9. Fotokopi baptis/sidhi bagi non muslim
  10. Fotokopi surat nikah dari pemuka agama/pemberkatan bagi non muslim
  11. Fotokopi akta kelahiran dilegalisir
  12. Fotokopi e-KTP kedua mempelai dilegalisir
  13. Fotokopi e-KTP 2 (dua) orang saksi
  14. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) calon mempelai dilegalisir
  15. Fotokopi buku nikah/akta nikah/akta orang tua
  16. Asli Akta cerai/akta kematian bagi duda/janda
  17. Surat ijin komandan TNI/Polri

Syarat khusus bagi terlambat pencatatan (kurang dari 60 hari)

  1. Permohonan pentatatan perkawinan terlambat (dispensasi)
  2. Surat pernyataan belum pernah melaksanakan pencatatan perkawainan dari pemuka agama.
  3. Surat keterangan masih terikat perkawinan