BRI Bagikan Kartu Tani

Kabar Desa Pertanian Warga Desa

PUTATGEDE, (Jum’at, 27/10/17). Pengertian Kartu Tani. Demi meningkatkan kualitas para petani di indonesia maka pemerintah mengeluarkan Kartu Tani yang nantinya akan dibagikan kepada para petani diseluruh indonesia. Adapun Bank BUMN yang akan meluncurkan Kartu Tani, adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Kartu Tani adalah merupakan alat transaksi berupa kartu debit yang dapat digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi. Kartu Tani dapat digunakan untuk memonitor penyaluran pupuk bersubsidi yang anggarannya menggunakan APBN.
Secara Umum Kartu Tani adalah merupakan alat untuk membantu petani dalam menjalankan kegiatannya, seperti untuk mendapatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), penyediaan pupuk, hingga pengumpulan hasil panen.

Oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, Kartu Tani ini diluncurkan dengan sasaran adalah Petani di Jawa Tengah dengan kriteria :

  1. Tergabung dalam Kelompok Tani dan telah diusulkan untuk memperoleh pupuk bersubsidi melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang telah disahkan oleh Kepala Desa/Lurah dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan;
  2. Mempunyai KTP / NIK.
  3. Mengusahakan lahan untuk kegiatan bertani setiap musim tanam:
    1. Petani yang melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan, sub sektor perkebunan, sub sektor hortikultura dan sub sektor peternakan dengan luasan maksimal 2 (dua) hektar;
    2. Petambak dengan total luasan maksimal 1 (satu) hektar.
  4. Memiliki rekening Tabungan Simpedes BRI.

Sejalan dengan visi dan tujuan Kartu Tani, aplikasi PETANI JATENG yang pada bulan Desember 2016 lalu luncur di Jawa Tengah menjadi suatu terobosan bagi petani masa kini. Platform digital PETANI JATENG ini mampu memberikan kemudahan para petani untuk saling berinteraksi dengan sesama rekan petani, pakar dan ahli pertanian serta partner bisnis mereka.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Untuk Desa-desa diwilayah Kecamatan Ngampel, Kartu Tani dikeluarkan oleh BRI. Kartu tersebut di dibagikan langsung oleh Pihak Bank BRI dengan cara mendatangi desa masing-masing di Kecamatan Ngampel dengan jadwal secara bergiliran. Kemarin (26/10/17), dimulai pukul 14.00 WIB warga desa Putatgede mendapat giliran pembangiannya. Menurut data yang diajukan oleh Pemerintah Desa Putatgede ada lebih dari 100 orang yang diajukan dengan melampirkan syarat-syarat yang telah ditentukan, namun kenyataan yang dibagikan oleh Pihak BRI ada sekitar 60 kartu. Menurut Petugas BRI, bahwa kartu tersebut masih merupakan tahap awal. Bagi warga yang belum mendapatkan oleh Pihak BRI dijadwalkan untuk mengurus sendiri pengajuannya dikantor BRI Unit Putatgede pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017, dengan syarat membawa fotocopy (KTP, KK dan SPPT).

Menurut sebagian warga, Kartu tani dinilai justru akan membuat ribet bagi petani. Sebab, mereka akan antre menggunakan kartu tersebut jika membeli pupuk dan lain sebagainya. Kondisi ini juga dibayangkan akan menambah rumit pihak pengecer pupuk karena saat melakukan pembayaran di bank juga akan antre.

Tidak ada kartu tani saja, para nasabah bank sudah antre mengular tiap hari. Kartu tani ini sedianya terhubung langsung dengan bank, diantaranya Bank BRI.

Harapan Pemerintah Provinsi dengan diterbitkannya Kartu Tani ini bisa meminimalisir tindak penyelewengan Pupuk Bersubsidi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia.

 

Komentar Facebook

Tinggalkan Komentar dan Balasan