Terinspirasi Youtube, Seorang Perangkat Desa Aplikasikan Alat Tabela Seluas 1 Ha

Kabar Desa Lingkungan Pertanian

Putatgede – Situasi saat ini pertanian di Indonesia khususnya tanaman padi sedang di serang oleh teknologi teknologi canggih. Mulai dari semai benih hingga panen.

Berbagai alat ringan dan berat tak bisa masyarakat berkata tidak untuk menolaknya.

Tak tanggung-tanggung, seorang perangkat desa Putatgede berani mengambil resiko saat menanam padi. Beliau adalah M. Mustagfirin, Kaur Umum, Tata Usaha dan Perencanaan Desa Putatgede. Kiprahnya dalam dunia maya hingga saat ini juga mengantarkan dirinya untuk menemukan hal-hal yang baru, hanya dengan melihat dari youtube.

Beliau sengaja mempersiapkan dan membuat sendiri sebuah alat untuk menanam padi secara langsung dengan menyebar benihnya di lahan bengkoknya. Satu hektar penuh, ia tanam padinya langsung dari benih utuh menggunakan sebuah alat buatannya dibantu oleh dua orang sebagai penarik.

Tabela Padi Umur 54 Hari. Saat Penyiangan gulma terakhir.

Alat tersebut memang sudah dikenal oleh banyak orang di luar wilayah Kabupaten Kendal. TABELA adalah sebutanya, atau Tanam Benih Langsung. Tabela tersebut beliau rancang dan dibuat sendiri selama beberapa minggu untuk percobaan. Awal mula dibuat menggunakan pralon PVC 3 inchi hingga terakhir menggunakan corong ukuran diameter 25 cm.

Tabela tersebut dirancang dengan sistem tanam 4 jajar 1 legowo, dengan jarak jajar 25 cm dan lebar legowo 40 cm. Untuk mempercepat pekerjaan ketika menyebar benih di lahan, maka dibuatnya rangkap 2 sekaligus.

Tabela merupakan cara tanam padi tanpa melalui persemaian maupun pemindahan bibit, benih langsung ditabur pada lahan sawah yang telah diolah dengan baik. Untuk memperoleh hasil yang optimal, Tabela Super didukung pertanian modern seperti varietas unggul baru potensi hasil tinggi, pemupukan berimbang, pupuk hayati, biodekomposer, pengelolaan air, serta pengendalian OPT (Organisme Penganggu tanaman) secara terpadu sehingga daya adaptasi bibit tanaman lebih baik dan pertumbuhan awal akar lebih cepat.

“Budidaya padi secara tradisional membutuhkan tenaga kerja tanam 13-16 orang dengan waktu 6-7 jam/hektar. Sedangkan dengan tabela hanya membutuhkan tenaga kerja 2 orang dengan waktu tanam 6-7 jam/hektar.” Papar Mustagfirin.

Kelebihan menggunakan Tabela, secara literatur adalah :

  1. Mengurangi biaya operasional.
  2. Terhindar dari transpalai yang berlebihan (Kelayuan saat kekurangan air)
  3. Terhindar dari stagnasi (Perpindahan benih padi).
  4. Terhindari dari penggabungan akar.
  5. Menambah produktifitas gabah.

Kini tanaman padinya telah berumur 54 hari, sudah waktu tanaman padi membentuk buah pada batangnya. Harapannya hingga masa panen kedepan berhasil tidak ada halangan apapun, baik dari serangan hama maupun cuaca.

Harapan lainnya, agar para petani bisa mengikuti jejak langkahnya. Karena selain tenaga kerja untuk “tandur” hingga kini banyak di kuasai oleh ibu-ibu yang usianya sudah sudah tua. sedangkan pemudi-pemudi jaman sekarang tidak ada yang mau berkiprah di pertanian. Sehingga lambat laun akan semakin berkurang tenaga tandur.

 

Komentar Facebook

Tinggalkan Komentar dan Balasan