Seorang Pemuda Diamankan, Puluhan Anak Puber Adu Kekuatan Gara-gara Kuatnya Goyangan Lima Biduan

Kabar Desa Lingkungan

Putatgede – Malam ini cuaca cerah tak membuat para pemuda “Puber” (Putat Bersatu) untuk unjuk kekuatan dalam bergoyang dalam suasana gema rock-dut yang diadakan mereka sendiri. Acara senam tubuh ini dikemas dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun RI yang ke-74 tahun, dengan mengambil tema bergemberia bersama rakyat. Dengan di iringi Orkes Group “DANISTA” Pimpinan “Om Dragon” dari kendal yang didukung lima biduan ternama, diantaranya Dian Arum, Audi, Safril, Kiki dan beberapa artis lokal lainnya.

Namun sebelum acara berlangsung, seluruh pengunjung yang hadir diajak berdiri bersama untuk menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Hari Merdeka” yang di pimpin oleh pelajar Sekolah Dasar Negeri Putatgede. Dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Putatgede (Supriyadi) dengan menyerukan yel yel “Putat Yes Yes Yes….!”, beliau juga menghimbau kepada masyarakat yang hadir khususnya warga desa Putatgede sendiri untuk bisa menjada keamanan dan ketertiban dalam suasana bergoyang malam ini (Rabu, 28/08/2019).

Selain ratusan warga desa yang hadir juga dipenuhi oleh warga luar desa putatgede, bersatu untuk memenuhi kawasan lapangan Sepak Bola yang berada di sebelah barat Kantor Balai Desa Putatgede. Hampir sebagian yang hadir turut bergembira bergoyang mengikuti lantunan musik yang diluncurkan. Puluhan petugas keamanan yang diterjunkan dari Polsek dan Koramil Pegandon-Ngampel ikut mewarnai dan menyatu bergabung dengan pengunjung. Sedangkan Linmas / Hansip desa di tugaskan untuk mengamankan areal parkir ikut juga menyukseskan acara tersebut.

Satu-persatu dari kelima biduan tampil dengan energik membawakan lagu mereka masing-masing dengan diikuti goyangan yang membius ribuan penonton. Rata-rata lantunan lagu yang di hadirkan berirama rock-dut ini rupanya hampir merubuhkan kekuatan iman para pemuda Puber, terbukti sudah beberapa kali ada kontak fisik antar pejoget. Namun semua bisa ditangani dengan manis oleh petugas keamanan.

Dilain tempat terpisah, Rudi (19) samaran, warga Kelurahan Candiroto di tengarai sebagai penyebab onar hingga terjadi kontak fisik diamankan beberapa jam di kantor balai desa hingga acara selesai. Oleh Babinsa Desa Solikhin mengatakan “Anak tersebut memang sengaja kami sandera, agar tidak lagi terjadi keonaran yang berlanjut.”

Rudi hadir bersama beberapa rekannya dengan sengaja karena merasa di tempatnya jarang diadakan hiburan serupa. Namun dia tak menyangka karena ulahnya berujung harus berurusan dengan aparat keamanan. Beruntungnya, kasusnya berhenti hingga acara selesai pukul 23.30 WIB.

Komentar Facebook

Tinggalkan Komentar dan Balasan