Menghadapi Kebutuhan Material Pembangunan 2019, Pemerintah Desa Putatgede Lakukan Ini

Dana Desa Kabar Desa

Putatgede.desa.id – Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada saat proses pencairan Dana Desa Tahap I (satu), Pemerintah Desa Putatgede selalu mengagendakan kegiatan survey harga kebutuhan material untuk melaksanakan kegiatan proyek pembangunan yang di danai dari Dana Desa maupun dari sumber dana lainnya. Hari ini (Senin, 01/05.2019) dilaksanakan proses survey harga material bangunan sebagai bentuk pelaksanaan Peraturan Bupati Kendal Nomor 52 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa di Desa.

Kegiatan ini dilakukan mirip seperti lelang terbuka, namun sore ini Supriyadi selaku kepala Pemerintah Desa Putatgede melalui Ketua Tim Pengelola Kegiatan menghadirkan toko-toko bangunan yang ada disekitar wilayah desa putatgede. Agar bisa ikut dalam menyukseskan kegiatan pembangunan dalam waktu kedepan. Dari sekitar enam suplayer atau toko yang diundang, namun kali ini 3 suplayer yang bisa hadir.

Diantaranya adalah :

  1. Toko Bangunan Mr. Jaya milik Bp. Mursidi yang beralamat di Desa Putatgede RT.02 RW.02. Ngampel Kendal
  2. Toko Bangunan Intan Samudra milik Bp. Galih Kindarto yang beralamat di Jl. KH. Abdul Wahab KM.0,5 Ngampel Kendal
  3. Toko Bangunan Ari Jaya milik Bp. Ari Cahyanto yang beralamat di Kelurahan Sukodono Kec. Kota Kendal.

Dari ketiga suplayer tersebut hanya 2 yang bisa memenuhi kriteria dan melanjutkan untuk mensuplay keseluruhan kebutuhan material pembangunan, yaitu TB Mr. Jaya dan TB Intan Samudra bisa memberikan harga beli paling minimal dengan mengirimkan bahan material yang sudah ditentukan sesuai spesifikasi serta pengiriman sampai titik lokasi pembangunan. Sehingga pelaksana kegiatan tidak lagi membutuhkan tenaga untuk lansir bahan material pembangunan.

Hasil survey Harga dan 3 Toko Bangunan yang akan mensuplay kebutuhan material pembangunan.

“Kebutuhan material yang paling utama adalah Pasir Muntilan, Batu Kali, Semen, Tanah Wadas, Batu Split dan Besi kolom. Material tersebut yang akan mereka suplay untuk pembangunan.” Jelas Kadiyono selaku Ketua Tim Pengelola Kegiatan Desa.

“Dihadirkannya toko-toko bangunan di aula balaidesa adalah bertujuan agar desa bisa transparan dan terbuka kepada mereka, karena semua bisa tahu harga dari masing-masing suplayer. Agar tidak saling curiga dimenangkan beberapa pihak saja.” Ungkap kepala desa.

Komentar Facebook

Tinggalkan Komentar dan Balasan