Fakta, Lima belas Orang Pekerja Proyek Perkosa Dua Molen Dalam Sehari Gara-gara Pamsimas

Kabar Desa Lingkungan

Putatgede – Memang siapa yang sangka, Ketua KKM Pamsimas III H. Teguh Joko Purnomo tak tanggung-tanggung untuk mengejar target dalam pembangunan Bak Penampung Air Pamsimas di Putatgede mengerahkan 15 Orang pekerja proyek dalam sehari dengan dibantu 2 unit molen. Ukuran Bak Penampung Air 3×5 M2 dengan tinggi 2 Meter dan Ketebalan 20 cm lengkap dengan rangka besi yang di kerjakan dalam beberapa minggu terakhir ini.

“Proyek Pembangunan Pamsimas III Bantuan dari Pemerintah Pusat ini sudah berjalan sekitar 5 (lima) bulan hingga saat ini. Seharusnya proyek ini sudah selesai kalau melihat jadwal, namun mengalami sedikit kendala berhubungan dengan pencairan keuangan sehingga dengan terpaksa harus merogoh dari kocek sendiri agar bisa selesai tepat waktu.” Keluh Beliau.

Program Pamsimas III ini memang merupakan salah satu dukungan terhadap agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui upaya pengentasan kemiskinan dalam penyediaan air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Serta dengan tujuan memang menempatkan masyarakat sebagai sasaran dan pelaksana karena program PAMSIMAS ini berasal dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Tahapan lain juga diikuti oleh Pemerintah Desa Putatgede dengan mendatangkan terlebih dahulu Pralon PVC 2″ SNI S12,5 dari suplayer “Bintang Samudra” sebagai jaringan menuju rumah-rumah warga. Panjangnya jalur distribusi memang juga menjadi perhatian yang serius dari Kepala Desa Putatgede. Selain melalui jalan-jalan desa yang semuanya hampir terkena Pembangunan Rabat Beton juga dihimbau oleh Perusahaan Air Minum (PDAM) milik Pemerintah agar penanaman Pralon tersebut tidak menumpang diatas atau disamping jaringannya. Sehingga Pemerintah Desa mencari alternatif lain.

 

Komentar Facebook

Tinggalkan Komentar dan Balasan