Training of Trainers (ToT), Gembleng Peserta Untuk Jadi Pandu Desa

Kabar Desa Tehnologi

PUTATGEDE.DESA.ID – Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) sudah beberapa bulan terakhir ini ini menggelar Bimbingan tentang Sistem Informasi Desa (SID). Kegiatan ini di prakarsasi oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bekerjasama dengan Kemkominfo, Staf Ahli Presiden dan Bumades Pancamandala. Awal pertama kali dikhususkan untuk desa-desa di Kabupaten Tasikmalaya yang akan dijadikan sebagai percontohan di Propinsi Jawa Barat.

Sedangkan untuk Angkatan yang sekarang dimulai tanggal 21-30 Nopember 2018 adalah Training of Trainers (ToT) lebih ditekankan menuju pada Individunya untuk disiapkan sebagai Pandu Desa, yaitu bagaimana tentang bagaimana Sistem Informasi Desa (SID) itu dibangun, dikelola dan dikembangkan, sehingga nantinya bisa bermanfaat bagi desanya secara menyeluruh baik dibidang teknologi, usaha, maupun penggalian potensi serta pengembangan potensi tersebut. Bimbingan kali ini bukan lagi pada cara mengelola website dan aplikasi sidekanya.

Ada yang istimewa dari pelatihan kali ini, kegiatan tersebut berlangsung di daerah perbukitan yang jauh dari hingar bingar keramaian kota, seluruh peserta berasal dari desa dan kegiatannyapun dibuat menyatu dengan alam dan masyarakat di desa, sehingga peserta dibuat nyaman dengan suasana yang berbeda dan tidak mudah jenuh serta dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik.

Pembukaan acara berlangsung sekitar 60 menit dengan peserta yang diundang dari berbagai propinsi di Indonesia, diantaranya Propinsi Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Lampung, Riau, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Jawa Tengah dan lain-lain. Tak terkecuali Desa Putatgede ikut hadir hadir dalam kegiatan ini.

Acara di buka oleh Direktur BP2DK (Irman Meilandi) dan dihadiri oleh Camat dan Kepala Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, dengan diawali menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia yaitu Indonesia Raya dengan menyanyikan sampai Tiga Stanza.

Direktur BP2DK mengungkapkan bahwa, kegiatan ini dipantau langsung oleh Kemkominfo, BAKTI dan Staf Ahli Presiden, yang dalam beberapa hari kedepan akan hadir untuk memberikan bimbingan kepada peserta ToT.

Beliau juga memaparkan, bahwa sideka sampai saat ini sudah digulirkan kepada sekitar lima ribu lebih desa. Baik berupa sideka website maupun Aplikasi Sideka Desktopnya, namun masih ada beberapa desa yang belum aktif. Menurut pantauanya, desa yang belum aktif ini dikarenakan ada beberapa hal diantaranya SDM Perangkat Desa, Infrastruktur Jaringan sebagai pendukungnya, sampai dengan kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten setempat.

Harapannya yang terakhir untuk peserta ToT ini akan lahir Pandu-pandu Desa yang handal dan mumpuni dalam menguasai tehnologi masa depan demi kemajuan ekonomi dan pengetahuan masyarakat desanya.

 

Komentar Facebook

Tinggalkan Komentar dan Balasan