Susuk Wangan, Tradisi Kearifan Lokal Turun Temurun

Kebersamaan dalam membangun demi desa yang lebih Maju, Inovatif dengan Berbasis Tekhnologi Informasi.

PUTATGEDE.DESA.ID – Nenek moyang kita sebenarnya telah mewariskan beragam kearifan lokal yang dipakai sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam berinteraksi dengan alam dan lingkungan. Semuanya itu dapat dilihat dari berbagai tradisi dan budaya yang ada.

Bagi yang belum tahu, susuk wangan memiliki arti membersihkan saluran air. Tradisi susuk wangan ini rutin dilaksanakan setiap tahun di Desa Putatgede, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Menjadi tradisi turun-menurun yang dilakukan sejak puluhan tahun silam, susuk wangan  merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas air yang melimpah. Dengan demikian, warga bisa mendapatkan manfaat air baik untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk mengairi lahan pertanian warga yang mayoritas petani.

Selain itu juga, kegiatan ini untuk kelancaran aliran sungai kecil atau aliran anak sungai. Yang harapannya air yang datang bisa masuk ke areal pertanian mereka. Sebagian areal pertanian yang ada Kelompok tani “Sri Rahayu” Desa Putatgede, hari ini melaksanakan susuk wangan untuk areal pertanian di RW.06-07 yang dikenal dengan nama Blok Segodek.

Dengan di kawal oleh Kepala Dusun II (Kadiyono) dan Kasie Pelayanan dan Kesejahteraan (M. Agus Sutikno), pelaksanaan susuk wangan yang rutin dilaksanakan membawa dampak yang besar bagi masyarakat petani. Keduanya selalu aktif memperhatikan kondisi wilayahnya.

Bertemu Dengan Teamwork


Firin
M. Mustagfirin

Administrator

Bertanggungjawab menyunting penayangan berita Desa.

Santo
Susanto

Photografer

Keahlian dalam mengambil gambar berita.

Agus
M. Agus Sutikno

Kontributor

Bertugas dalam memburu Berita Ekonomi dan Sosial

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar dan Balasan