Hadapi Musim Kemarau, Petani Bahas “Susuk Wangan”

Kabar Desa Warga Desa

PUTATGEDE (06/05/2018). Air merupakan salah satu sumber kehidupan yang sangat penting. Untuk itu keberadaannya perlu dijaga. Nah, salah satu upaya untuk melestarikan sumber air yang menjadi berkah bagi kemakmuran warga adalah tradisi susuk wangan.

Bagi yang belum tahu, susuk wangan memiliki arti membersihkan saluran air. Inilah arti yang sebenarnya dari tradisi “Susuk Wangan”Tradisi susuk wangan ini rutin dilaksanakan oleh Petani Desa Putatgede setiap menghadapi Musim Tiba (Baik Musim Kemarau maupun Musim Penghujan). Sudah menjadi tradisi turun-menurun yang dilakukan sejak puluhan tahun silam, susuk wangan merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas air yang melimpah. Dengan demikian, warga bisa mendapatkan manfaat air baik untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk mengairi lahan pertanian warga yang mayoritas petani. Namun kali ini menghadapi Musim Kemarau Susuk Wangan tersebut dimaksudkan untuk membersihkan Saluran Irigasi, yang nantinya air yang akan dibutuhkan untuk mengaliri areal pertanian bisa berjalan dengan lancar.

Malam ini, Khusus Petani yang ada Blok 2 dan 3 Desa Putatgede, mengadakan musyawarah untuk pelaksanaan “susuk wangan”. Mereka yang tergabung dalam wadah Kelompok Tani Sri Rahayu, setiap tahun selalu berusaha membersihkan saluran irigasi tersebut.

Komentar Facebook

Tinggalkan Komentar dan Balasan