Dispermasdes Gelar Bintek Pengembangan SID Untuk Desa

Kabar Desa Tehnologi

KENDAL (02/05/2018). Untuk kesekian kalinya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kendal menggelar Bintek untuk Pengembangan Sistem Informasi Desa bagi Perangkat Desa se-Kabupaten Kendal. Bimbingan Teknologi ini secara beruntun dilakukan oleh Dispermasdes. Bintek akan dilaksanakan secara bertahap, untuk Tahap pertama diikuti oleh 20 Desa, dengan peserta masing-masing desa 2 (dua) orang, dengan 1 (satu) orang pendamping desa dimasing-masing kecamatan.

Sesuai dengan Undangan yang telah dilayangkan beberapa hari yang lalu dengan Nomor 005/696/Dispermasdes tertanggal 27 April 2018 yang ditujukan kepada Camat Se-Kabupaten Kendal, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Camat dengan melayangkan surat kepada masing-masing Kepala Desa dilwilayahnya masing-masing. Untuk kali ini dilaksanakan di RM Aldila Kendal selama 2 (dua) hari, tanggal 2-3 Mei 2018.

Untuk tahap pertama ini, Dispermasdes menjadwalkan 20 (dua) puluh desa diantaranya :

  1. Desa Putatgede Kecamatan Ngampel
  2. Desa Kertomulyo Kecamatan Brangsong
  3. Desa Wonorejo Kecamatan Kaliwungu
  4. Desa Magelung Kecamatan Kaliwungu Selatan
  5. Desa Merbuh Kecamatan Singorojo
  6. Desa Puguh Kecamatan Boja
  7. Desa Pakis Kecamatan Limbangan
  8. Desa Gentinggunung Kecamatan Sukorejo
  9. Desa Wonodadi Kecamatan Plantungan
  10. Desa Surokonto Wetan Kecamatan Pageruyung
  11. Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh
  12. Desa Pakisan Kecamatan Patean
  13. Desa Nawangsari Kecamatan Weleri
  14. Desa Bulak Kecamatan Rowosari
  15. Desa Sukodadi Kecamatan Kangkung
  16. Desa Cepiring Kecamatan Cepiring
  17. Desa Ngawensari Kecamatan Ringinarum
  18. Desa Purwosari Kecamatan Patebon
  19. Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon, dan
  20. Desa Kedungsari Kecamatan Singorojo.

Hari Pertama nampak para peserta Bintek sangat antusias mengikuti setiap tahapan-tahapan materi yang diajarkan oleh narasumber.

Dengan adanya bintek ini Dispermasdes berharap, setelah mengikuti bintek Pengembangan SID ini, masing-masing peserta dapat mempraktekan ilmu yang telah mereka lahap sehingga berbagai informasi, kabar berita, serta potensi yang dimiliki desa dapat diunggah dan dipublikasikan. Pemerintah juga berharap kedepannya, pelatihan ini akan memunculkan  adanya publikasi, transparansi, dan akuntabilitas di desa yang dapat diakses oleh semua pihak sehingga akan menghilangkan berbagai kecurigaan-kecurigaan masyarakat terutama dalam penggunaan Dana Desa maupun Dana-dana lainnya.

Komentar Facebook

Tinggalkan Komentar dan Balasan