Cerita Uniknya Bintek Skala Nasional Dengan Suasana Pedesaan

Kabar Desa Tehnologi

PUTATGEDE.DESA.ID – Awal pertama kali menerima undangan dari BP2DK yang bekerjasama dengan BAKTI untuk mengikuti Training of Trainer (ToT), kami berfikir bahwa bimbingan kali ini akan di adakan di Hotel berbintang lima, tetapi dalam undangan tertulis tempatnya koq berada di desa. Inilah yang menimbulkan pertanyaan bagi saya selaku Admin SID Desa Putatgede. Tertulis di undangan tanggal 21-30 Nopember 2018 bertempat di Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasimalaya.

Setelah mencari informasi dari beberapa pengampu Sideka (Mas Ugan dan Mas Ama, pangilannya). Di dapatkan bahwa peserta yang diundang di bebaskan dari semua biaya baik transportasi berangkat dan pulang, penginapan serta makan dan minumnya. Peserta hanya diwajibkan membawa Laptop dan Data-data yang diperlukan (Softcopy RPJMDes, RKPDes, Database Keuangan (baik siskeudes maupun lainnya), prodeskel serta data –data lain.

Setelah kami hadir memenuhi undangan, kami kaget bukan kepalang. Ternyata persepsi kami meleset jauh dari sebelumnya. Peserta di tempatkan menginap dirumah-rumah warga dan lokasi untuk bintek berada di Balai Bambu, dengan suasana acara tidak formal (alias pakaian tidak diharuskan berbatik atau pakaian ala kedinasan), namun dengan pakaian bebas tapi sopan. Selama sepuluh hari di Desa Mandalamekar, peserta sehari-harinya berbaur dengan masyarakat setempat dan materi yang diberikan disajikan dengan secara kekeluargaan. Ini yang membuat kami sangat berkesan sehinga bisa benar-benar memahami apa yang disampaikan. Para narasumberpun secara telaten dan terkesan santai dan pasti. Pemberi materi seperti layaknya kerja kelompok atau teman kepada temannya, sehingga seperti tidak ada perbedaan mana narasumber dan mana peserta.

Yang lebih membuat beda lagi, seluruh biaya yang dikeluarkan oleh BAKTI dan BP2DK untuk kegiatan ini langsung bisa dirasakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat penginapan bukan mereka-mereka para konglomerat yang mempunyai Hotel penginapan. Sedangkan untuk hidangan makan besar dan makanan kecil di kelola oleh ibu-ibu PKK desa setempat, yang secara tak langsung biaya tersebut di terima oleh mereka, bukan lagi para pemegang Catering ternama.

Perlu diketahui juga bahwa untuk menuju Desa Mandalamekar membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sekitar 60Km dari pusat kota, sedangkan untuk angkutan umum hanya pada waktu pagi jam 07.00 WIB dan waktu sore hari jam 17.00 WIB. Jalur transportasinya pun tidak bias dibayangkan lagi, jauh dari kata sempurna (masih berlubang, dan beberapa kilometer belum beraspal). Namun desa tersebut sudah mempunyai jaringan internet yang sangat kuat, dibangun dengan Kabel Fiber Optik dengan jangkauan 25 Km dengan speed yang jauh diatas rata yaitu hingga 100Mbps. Jaringan ini juga atas prakarsa para pemuda-pemuda setempat dan Bumades Pancamandala.

Kami peserta dari berbagai propinsi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia memberikan apresiasi yang bagus dan sangat luar biasa. Dengan harapan kegiatan semacam ini bisa ditiru dan dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten mereka masing-masing. Sehingga perputaran uang bias kembali ke desa, dengan penerima manfaat masyarakat paling bawah lagi.

Peserta dibagi-bagi sesuai dengan kemampuan dan bidangnya masing-masing, karena di Sideka terbagi dari beberapa fasilitas, yaitu : Kependudukan untuk surat-menyurat kependudukan, Pemetaan untuk mendata wilayah menggunakan GPS, Keuangan untuk membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang integrasi dengan Aplikasi Siskeudes dari BPKP dan Depdagri, Data Sosial serta Updating informasi yang dimiliki oleh desa (baik potensi dan produknya, dan lain-lain).

Terima kasih Kemkominfo, Terimaksi BAKTI dan Terima kasih BP2DK, atas prakarsamulah rakyat kecil bisa merasakan langsung efek manfaatnya. Salam Luar Biasa..!!!

 

Komentar Facebook

Tinggalkan Komentar dan Balasan