Kehadiran Bapak H. Parwuwanto sebagai Ketua Poktan Margi Utomo

Kabar Desa Lingkungan Perekonomian Pertanian

Kehadiran Bpk. H. Parwuwanto (Pensiunan Pegawai Inspektorat Pemda Kendal), sebagai Ketua Poktan Margi Utomo memang membawa dampak yang baik ditubuh Organisasi Kelompok Tani Margi Utomo. Malam ini Sabtu (30 September 2017) beliau mengundang anggota/petani penggarap Areal Pertanian Margi Utomo yang dimpinnya sejak 2 (dua) tahun. Sudah menjadi kebiasaan setiap awal musim, kelompok Tani Margiutomo Desa Putatgede selalu melaksanakan Penentuan tanggal awal musim untuk penanaman Padi maupun tembakau.

Untuk kali ini membahas :

  1. Evaluasi pelaksanaan musim kemarau (yang sudah dilaksanakan)
  2. Penentuan tanggal awal musim sebar benih padi musim rendeng 2017
  3. Pembahasan dan Pelaporan yang berhubungan dengan kendala keuangan.

Mengingat pada tahun 2017 ini ada dua musim yg berjalan. Kalau dilihat tahun-tahun yang lalu, setiap musim kemarau semua petani menanam tembakau. Tapi sudah 2 tahun terakhir ini petani lebih memilih menanam padi. Untuk pengairan areal wilayah Poktan Margi Utomo ada sekitar 45 Ha di aliri dari Sungai Penut/sungai Bedo, dengan cara di naikkan dengan peralatan Mesin Pompa Air. Mesin Pompa Air yang dibutuhkan sebanyak 3 unit yang diletakkan sepanjang Sungai tersebut.

Sehingga untuk kebersamaan, biaya operasional dan perawatan Pompa Air di bebankan kepada anggota / penggarap. Dari pembahasan di hasilkan keputusan untuk biaya operasional per Ha sawah sebesar Rp. 1.500.000,-.

Bapak H. Parwuwanto mengatakan sekaligus juga menyayangkan “Musim kemarau yang sudah berjalan saja, dari Harga operasional per Ha yg sudah disepakati awal musim, masih saja ada anggota/petani yang tidak melunasi, sehingga pada akhir musim dan pelaporan ada kerugian biaya operasional sebesar 25% atau sekitar Rp. 6 juta”. Poktan Margi Utomo membawahi 3 areal blok, yaitu Blok Wetan Gili, Blok Kulon Gili dan Blok Tegalan. Tetapi dari 3 blok tersebut, beliau juga mengevaluasi untuk Blok Tegalan, karena banyak anggota yang tidak konsekuen.

Pertemuan malam ini juga dihadiri oleh Bapal Supriyadi (Kepala Desa Putatgede). Dalam sambutannya beliau mengarahkan “Untuk Petani yang tidak konsekuen dengan hasil mufakat kelompok agar diberikan sanksi baik secara administratif dilapangan, agar mereka sadar sehingga mau mengikuti”.

Pada kesempatan tersebut juga kepala desa menyampaikan wacana, untuk kedepannya semua aset kelompok tani akan dimasukkan kedalam BUMDes, agar bisa bersanding dengan usaha-usaha yang ada di BUMDes.

 

Komentar Facebook

Tinggalkan Komentar dan Balasan